internet marketing

Jawaban MID Semester [Bu Rike Limia Budiarti, M.Kom]

2 comments

Selamat malam para juara!
Ibu tepati janji untuk memposting jawaban MID Semester kita. Selamat menikmati.
NB: Jangan lupa siapkan kopi hangat buat temen begadang. :)

Tipe Ganjil




Private Sub Combo1_Click()
    If Combo1.Text = "jambi-jakarta" Then
        Text1.Text = 35000
    ElseIf Combo1.Text = "jambi-semarang" Then
        Text1.Text = 45000
    ElseIf Combo1.Text = "jambi-surabaya" Then
        Text1.Text = 65000
    ElseIf Combo1.Text = "jambi-bali" Then
        Text1.Text = 80000
    ElseIf Combo1.Text = "jambi-bandung" Then
        Text1.Text = 30000
    End If
End Sub

Private Sub Command1_Click()
If Command1.Caption = "proses" Then
Dim tujuan As String
Dim tarif, berat, jumlah As Double
tujuan = Combo1.Text
tarif = Val(Text1.Text)
berat = Val(Text2.Text)

                If berat >= 25 Then
                                jumlah = (berat * tarif) * 0.15
                                Text3.Text = jumlah
                 ElseIf berat >= 35 Then
                                 jumlah = (berat * tarif) * 0.2
                                Text3.Text = jumlah
                 ElseIf berat >= 45 Then
                                 jumlah = (berat * tarif) * 0.25
                                Text3.Text = jumlah
                ElseIf berat <= 25 Then
                                 jumlah = berat * tarif
                                 Text3.Text = jumlah
 Else
                                jumlah = berat * tarif
                                Text3.Text = jumlah
                End If   
End If
End Sub

Tipe Genap



Private Sub Command1_Click()
Dim kelas, tujuan As String
Dim bayar, banyak As Double
kelas = Combo1.Text
tujuan = Combo2.Text
banyak = Text1.Text
'bayar = Text2.Text

    If Combo1.Text = "biasa" And Combo2.Text = "medan" Then
         bayar = banyak * 120000
         Text2.Text = bayar
    ElseIf Combo1.Text = "biasa" And Combo2.Text = "palembang" Then
        bayar = banyak * 80000
        Text2.Text = bayar
    ElseIf Combo1.Text = "biasa" And Combo2.Text = "lampung" Then
        bayar = banyak * 100000
        Text2.Text = bayar
    ElseIf Combo1.Text = "biasa" And Combo2.Text = "padang" Then
        bayar = banyak * 75000
        Text2.Text = bayar
    ElseIf Combo1.Text = "luarbiasa" And Combo2.Text = "medan" Then
        bayar = banyak * 160000
        Text2.Text = bayar
    ElseIf Combo1.Text = "luarbiasa" And Combo2.Text = "palembang" Then
        bayar = banyak * 145000
        Text2.Text = bayar
    ElseIf Combo1.Text = "luarbiasa" And Combo2.Text = "lampung" Then
        bayar = banyak * 150000
        Text2.Text = bayar
    ElseIf Combo1.Text = "luarbiasa" And Combo2.Text = "padang" Then
        bayar = banyak * 150000
        Text2.Text = bayar
    End If

End Sub


Bagaimana, kira-kira bener atau ndak jawaban kalian kemarin? Semoga semakin memahamkan ya. :)

2 comments :

Post a Comment

Tips Menulis a la Fauzan

No comments

Tahun ini, "rajin menulis" merupakan salah satu dari beberapa resolusi yang saya harap bisa saya laksanakan dengan penuh tanggung jawab. Menulis telah menjadi salah satu hobi yang paling saya sukai, mungkin sejak saya mengenal mesin ketik. Saya masih ingat bagaimana dulu saya sangat senang ketika dibolehkan menggunakan mesin ketik ayah saya dan mulai mencoba membuat beberapa cerita pendek.
Bicara soal tulisan-tulisan saya selama 2015 ini, sampai dengan bulai Mei kemarin setidaknya ada tiga artikel yang saya tahu cukup jadi perbincangan di dunia maya. Artikel pertama yaitu mengenai penyerangan kepada kantor majalah Charlie Hebdo di Paris, Prancis, pada Januari lalu. Berdasarkan statistik situs pribadi saya, tulisan perdana di awal 2015 ini ternyata dibaca sebanyak lebih dari 12.000 kali. Tulisan kedua yang juga ternyata sangat populer adalah mengenai sejarah Perang Dunia II dan peran Uni Soviet yang saya publikasikan di RBTH Indonesia bulan lalu. Berdasarkan statistik situs RBTH Indonesia, tulisan berjudul "Perang Dunia II: Apakah Dunia Berutang pada Soviet?" telah dibaca sebanyak lebih dari 8.000 kali. Sementara, tulisan yang ketiga yang juga sangat populer adalah tulisan yang baru-bari ini saya publikasikan di situs Selasar.com. Tulisan yang dianggap cukup kontroversial ini ternyata dibagikan sebanyak lebih dari 6.000 kali di Facebook. Sementara, saya belum meminta data kepada tim Selasar mengenai berapa kali artikel tersebut dibaca. Kalau artikel tersebut dibagikan lebih dari 6.000 kali, bisa jadi jumlah pembacanya lebih dari 10.000 orang—itu asumsi saya.

"Sejujurnya, saya tidak pernah menyangka tulisan atau artikel yang saya tulis bisa begitu menjadi "tren" di dunia maya. Kalau ditanya, "Apa rahasianya?" Saya pasti bingung"

Sejujurnya, saya tidak pernah menyangka tulisan atau artikel yang saya tulis bisa begitu menjadi "tren" di dunia maya. Kalau ditanya, "Apa rahasianya?" Saya pasti bingung. Rasanya, tidak ada yang terlalu spesial. Namun, karena beberapa hari terakhir ini ada beberapa pertanyaan yang lebih kurang menanyakan apa "resep" menulis saya, kali ini saya akan berbagai tips menulis a la... saya.
Tentunya, pada akhirnya setiap orang akan menemukan feel-nya masing-masing. Semakin sering kita menulis, semakin cepat pula kita menemukan sisi nyaman dan sekaligus gaya menulis yang kita anggap paling pas dengan kita. Namun, di sini, saya akan mencoba menjelaskan beberapa hal yang selalu saya perhatikan dalam "meramu" setiap tulisan yang saya buat.
Pastinya, tidak aja jaminan Anda akan suka dengan cara yang saya gunakan, tapi mungkin beberapa poin yang saya utarakan nanti, patut Anda coba jika memang ingin mulai mencoba menulis. Jangan lupa, yakinlah bahwa dengan menulis, kita bisa mengubah dunia ini menjadi lebih baik.
Awal Mula
1. Mulai menulis
Bagaimana sebetulnya proses awal menulis? Entahlah, saya pikir kalau terlalu banyak dipikirkan, pada akhirnya kita tak jadi menulis. Oleh karena itu, tulislah (segera)!
Mungkin Anda melihat sesuatu yang menarik di jalan pada saat Anda menuju ke kantor atau ke mall. Mungkin Anda bertemu seseorang yang sangat mengesankan. Mungkin juga, pagi ini Anda tak sengaja menonton video yang sangat inspiratif di YouTube. Kenapa tidak coba tuliskan apa yang Anda pikirkan dan rasakan kepada dunia?
Daripada sekadar berbagi kisah dengan orang-orang terdekat Anda, kenapa tidak bagikan kisah itu kepada dunia? Jika hal itu baik, bisa jadi hal itu menginspirasi orang lain untuk berbuat hal yang lebih baik. Namun, jika hal itu adalah sesuatu yang harus diwaspadai, bukan tidak mungkin kita pun berperan menyelamatkan banyak orang agar tak jadi korban hal tersebut. Oleh karena itu, tulislah.
2. Jangan ditunda
Menunda-nunda menulis adalah hal yang paling mudah dilakukan. Namun, setelah menunda, biasanya kita akan kehilangan mood menulis. Hal ini pun masih sering terjadi pada diri saya. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya harus "memaksa" diri saya untuk tidak meninggalkan tulisan yang sedang saya tulis.
Kita tidak bicara soal menunda 1-2 jam atau bahkan seharian. Kita bicara soal menit. Ya, bagi saya, inspirasi saat menulis terkadang mengalir begitu saja. Semakin sering Anda menulis, Anda pasti akan merasakan hal ini. Namun, sekali saja Anda berhenti, memulainya kembali kadang bukan perkara mudah. Kenapa begitu? Menurut saya, ini karena ketika menulis pikiran kita dipenuhi berbagai ide dan semuanya terasa mengalir begitu saja.

"Menunda-nunda menulis adalah hal yang paling mudah dilakukan. Namun, setelah menunda, biasanya kita akan kehilangan mood menulis"

Ketika tiba-tiba kita berhenti untuk waktu yang cukup lama, katakanlah 15 menit (iya, itu jeda yang cukup lama), bisa jadi ide-ide itu menguap dan kita pun jadi malas untuk memulainya. Semakin lama kita tunda, besar kemungkinan tulisan itu tak akan kita selesaikan. Jujur saja, ada cukup banyak draft tulisan di blog ini yang akhirnya tak saya selesaikan karena persoalan semacam ini.
3. Gunakan imajinasi
Maksud saya dengan menggunakan imajinasi di sini adalah ketika kita menulis, coba pikirkan pula seperti apa bahasa yang hendak kita gunakan. Saya senang ketika membaca tulisan yang seolah-olah si penulis sedang menceritakan isi tulisan tersebut kepada saya. Seolah-olah, saya "mendengarkan" si penulis, bukan membaca tulisannya. Hal semacam ini saya dapatkan, salah satunya, di serial novel Harry Potter. Jika Ada juga menyukai novel tersebut dan telah membaca ketujuh bukunya, tentu Anda merasa ada "sesuatu" yang tak tergambarkan ketika membaca tulisan Rowling.

"Ia tidak hanya menulis, tapi dia membuat tulisan yang ketika dibaca, orang tidak merasa membacanya, melainkan seperti "mendengarkan" isi cerita itu"

Saya pikir, hal itu salah satunya adalah karena Rowling bisa menulis dengan bahasa yang seolah-olah ia sedang menuturkan isi cerita kepada pada pembacanya. Ia tidak hanya menulis, tapi dia membuat tulisan yang ketika dibaca, orang tidak merasa membacanya, melainkan seperti "mendengarkan" isi cerita itu. Hal semacam ini yang saya terapkan pada hampir semua tulisan yang saya buat. Bahkan ketika Anda sampai pada bagian ini, saya sedang bercerita di dalam hati saya dan itulah yang kemudian saya tuangkan dalam tulisan ini.
Membuat Tulisan yang Seperti Apa?
Buatlah tulisan apapun yang Anda sukai. Anda bisa jadi menyukai politik, sejarah, otomotif, teknologi, internet, media sosial, alam, atau lingkungan. Namun, setidaknya ada beberapa hal yang selalu perhatikan sebelum mengangkat topik atau isu yang hendak saya tulis.
1. Penting atau menarik?
Karena latar belakang saya adalah jurnalisme, unsur penting atau menarik menjadi dua hal yang selalu saya pertimbangkan dalam menentukan isu atau topik yang hendak saya bahas. Nilai berita dalam jurnalisme dibagi ke dalam dua unsur ini: penting atau menarik. Secara sederhana, hal yang penting adalah segala hal yang menyangkut atau melibatkan kepentingan publik. Sementara, hal yang menarik kerap kali tidak menyangkut kepentingan publik, tetapi mengundang perhatian atau rasa ingin tahu publik. Hal ini pun berlaku untuk berbagai jenis tulisan populer, seperti tulisan-tulisan di blog.
Anda mungkin senang dengan isu media sosial. Ketika Anda ingin membahas isu ini, Anda perlu memikirkan isu seperti apa yang berkaitan dengan media sosial dan memiliki nilai penting atau menarik (cukup salah satu saja) bagi pembaca. Hal ini menjadi sangat penting.
2. Tinggi-rendahnya nilai informasi
Di jurnalisme, dikenal pula dengan apa yang disebut sebagai faktor penentu tinggi-rendahnya nilai berita di mata publik. Faktor-faktor tersebut antara lain: akibat, proximity (kedekatan), prominence (keterkemukaan), konflik, kebaruan, keanehan, drama, dan nasib manusia. Hal yang sama juga saya terapkan pada hampir seluruh tulisan saya. Namun bagi saya pribadi, faktor akibat, proximity, konflik, kebaruan, dan nasib manusia menjadi beberapa faktor yang hampir selalu ada di setiap tulisan saya.
Sebagai contoh, artikel mengenai penyerangan Charlie Hebdo saya tulis sehari setelah peristiwa itu terjadi. Ada unsur kebaruan di sana. Artikel mengenai kebohongan yang meluas di media sosial terkait kunjungan Ibu Negara Turki ke Aceh (terkait pengungsi Rohingya) menjadi viral karena ada unsur proximity di situ. Tulisan saya mengenai hasil wawancara bersama dua orang artis media sosial Ask.fm—Hila Zachira dan Munira Agile—sangat populer karena ada faktor prominence di situ.

"...faktor akibat, proximity, konflik, kebaruan, dan nasib manusia menjadi beberapa faktor yang hampir selalu ada di setiap tulisan saya"

Sementara artikel-artikel yang berkaitan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Presiden Joko Widodo juga selalu populer karena biasanya saya langsung membuat suatu tulisan ketika ada suatu isu yang beredar. Artinya ada faktor kebaruan di sana, faktor prominence, dan proximity.
3. Opini tak melulu "opini"
Pada dasarnya sebagian besar yang kita tulis adalah tulisan opini. Namun, hal itu tak berarti segala yang kita sampaikan dari awal hingga akhir tulisan hanya berupa opini. Untuk memperkuat tulisan kita, kita perlu menyajikan data yang berhubugan dan bahkan mampu menguatkan argumen kita di tulisan tersebut. Setelah menyajikan data (fakta) beserta sumbernya, dari situlah kita bisa memaparkan pandangan kita terhadap data tersebut. Argumentasi kita bisa saja pro atau kontra, tentunya tergantung di posisi mana Anda ingin beropini.
4. Jangan gegabah mengambil referensi
Ada sangat banyak sumber informasi yang bisa kita peroleh di dunia maya. Namun, kita pun harus berhati-hati dalam memilih sumber yang bisa dijadikan sebagai referensi. Jika Anda punya waktu lebih, tak usah ragu untuk mencari narasumber. Jadi sumber yang Anda masukkan pun tak hanya sekedar sumber "studi pustaka", tapi Anda juga melakukan semacam studi lapangan.
Hal semacam ini tentunya bisa meningkatkan kredibilitas Anda sebagai penulis. Dengan menyuguhkan data yang komprehensif, ditambah lagi dengan argumentasi yang masuk akal, tentunya bukan tidak mungkin tulisan itu pun menjadi bahan diskusi banyak orang.
5. Tidak perlu membuat kalimat panjang tak berujung
Saya pikir, sudah sifat alami manusia untuk "menyerap" hal-hal yang sederhana. Saya yakin, tidak ada yang menyukai penjelasan yang berbelit-belit nan tak berujung. Oleh karena itu, kita tak perlu membuat kalimat yang terlalu panjang. Perhatikan tanda baca, khususnya tanda baca titik dengan seksama. Membaca kalimat yang panjang, sekalipun tak diucapakan, akan terasa sangat melelahkan. Pada akhirnya, pembaca tidak akan mendapatkan inti gagasan yang dikemukakan penulis.

"Saya pikir, sudah sifat alami manusia untuk "menyerap" hal-hal yang sederhana"

Sekarang, coba bandingkan jika saya tulis penjelasan di atas seperti di bawah ini.
Saya pikir memang sudah menjadi sifat alami manusia untuk senang "menyerap" hal-hal yang sederhana, itu memang karena tidak ada yang menyukai penjelasan yang berbelit-belit nan tak berujung. Perhatikan tanda baca, khususnya tanda baca titik dengan seksama karena membaca kalimat yang panjang, sekalipun tak diucapakan, akan terasa sangat melelahkan, dan karena itulah, kita tak perlu membuat kalimat yang terlalu panjang. Pada akhirnya, pembaca tidak akan mendapatkan inti gagasan yang dikemukakan penulis.
Pilih yang mana?
6. Bijak dalam memilih kata
Kebetulan, saya senang bermain kata. Saya senang mengeksplorasi berbagai jenis kata agar tulisan saya lebih "bernyawa". Jika kita ingin tulisan kita menimbulkan suatu kesan bagi pembaca kita, kita perlu lebih sering menulis. Semakin sering kita menulis otomatis kosakata kita pun akan semakin berkembang.
Jangan ragu untuk selalu mengecek kamus bahasa Indonesia. Saya pribadi hampir selalu mengecek KBBI (versi online) jika saya tidak cukup yakin dengan makna kata yang hendak saya masukkan ke dalam tulisan. Selain berakibat pada kerancuan pesan, kesalahan pemilihan kata terkadang juga bisa membuat pembaca mengernyitkan dahi mereka.
7. Tak melulu soal "saya"
Saya senang membaca tulisan yang tidak hanya membicarakan sola si penulis, tapi juga soal si pembaca. Terkadang, saat kita membuat tulisan opini, kita lupa "melibatkan" orang lain (pembaca) di sana. Kadang mungkin kita menjumpai artikel opini yang justru sangat tidak enak dibaca. Artikel opini lainnya mungkin terasa agak menggurui. Sementara artikel lainnya terkesan agak "narsis".
Libatkanlah pembaca dalam tulisan kita. Melibatkan pembaca dalam tulisan sesederhana menambahkan kata "kamu/Anda" atau "kita". Dengan begitu tulisan tersebut tak melulu soal "saya", tapi bisa jadi soal "Anda" atau "kita". Artinya, tulisan tersebut tidak hanya penting bagi si penulis, tapi lebih dari itu, si penulis ingin tulisan tersebut juga dirasakan unsur kepentingannya dari sisi si pembaca.
8. Pembuka dan penutup
Saya senang membuka tulisan-tulisan saya dengan sedikit kisah atau pengalaman pribadi (sedikit saja), fakta suatu isu (dari berita, dsb.), atau dengan pertanyaan. Pada dasarnya pembukaan adalah suatu hal yang sangat penting dari setiap tulisan. Bagaimana kita membuka tulisan kita akan menjadi penentu apakah orang mau meneruskan membaca atau tidak.
Hal yang sama juga berlaku pada penutup tulisan. Buatlah penutup yang mengesankan. Penutup tak harus selalu berupa kesimpulan atau saran. Kita bisa bisa "menggelitik" pembaca dengan humor. Kita bisa bertanya pada pembaca. Kita bisa memberikan gambaran yang paradoks, misalnya. Bahkan, kita bisa juga mengajak pembaca berpikir atau menyimpulkan sendiri. Penutup yang mengesankan menjadi penentu apakah tulisan tersebut akan dikomentari dan direkomendasikan si pembaca kepada pembaca lainnya atau tidak.
9. Semakin panjang tulisan, semakin menantang
Satu hal alamiah dan manusiawi lainnya yang saya yakini adalah bahwa kita pada dasarnya kurang suka membaca tulisan yang panjang. Kita senang membaca tulisan yang langsung menuju pada inti masalah atau gagasan pokok. Namun, bagi penulis, semakin panjang yang ia tulis (tanpa bermaksud "memanjang-manjangkan") semakin besar pula tantangannya. Bisa jadi, memang harus sepanjang itulah materi yang dibahas.
Namun, biasanya orang cenderung malas membaca tulisan yang terlalu panjang. Di sinilah tantangan bagi si penulis untuk bisa menciptakan tulisan yang mampu terus mendorong minat pembaca untuk mengetahui informasi yang disajikan secara menyeluruh agar tak berhenti membaca di tengah jalan. Memang, bukan perkara yang mudah untuk membuat tulisan yang seratus persen mengalir dari kata ke kata, kalimat ke kalimat, hingga paragraf ke paragraf. Semua itu tentunya butuh latihan.
10. Perlu percaya diri
Menulis perlu rasa percaya diri. Tak perlu malu dengan tulisan yang kita buat. Semua orang pernah memulai dari nol. Saya pun saat ini tak merasa sebagai yang sudah sangat jago dalam menulis. Tentunya saya masih perlu banyak latihan.  Karena itulah saya terus menulis. Saya percaya, semakin sering saya menulis maka semakin lancar pula saya dalam merangkai berbagai kata, kalimat, hingga paragraf.
Tak perlu malu dengan hasil karya kita. Tulislah semampu yang kita bisa dulu. Tak perlu kita mematok suatu standar bahwa kualitas tulisan kita haruslah seperti seseorang. Memang, kita perlu contoh, tapi tak perlu itu dijadikan suatu standar bagi kita. Jangan lupa, tulisan kita bisa berkembang juga karena ada saran dan kritik dari orang lain. Jadi, pastikan agar diri kita selalu terbuka dari segala kritik dan saran.
Sebarkan Agar Dunia Tahu Kita Ada
Saya percaya bahwa menulis adalah salah satu hal paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk menunjukkan pada dunia bahwa kita pernah ada, pernah hidup di muka bumi ini. Tulisan yang berupa gagasan-gagasan kita adalah warisan paling sederhana yang bisa kita turunkan pada generasi-generasi berikutnya.
Namun demikian, tulisan tersebut perlu dipublikasikan. Tulisan-tulisan tersebut perlu disebarluaskan agar dibaca banyak orang. Sebar dan bagikan gagasan kita kepada penduduk dunia dengan bantuan media sosial. Tak perlu takut dengan pendapat orang lain karena orang-orang pun sama berhaknya berkomentar seperti halnya kita mengomentari sesuatu dalam tulisan tersebut. Pro dan kontra adalah hal yang wajar.

"Tak perlu takut dengan pendapat orang lain karena orang-orang pun sama berhaknya berkomentar seperti halnya kita mengomentari sesuatu dalam tulisan tersebut. Pro dan kontra adalah hal yang wajar"

Komentar-komentar tak sedap bisa jadi datang, tapi tak perlu kita ambil hati. Sementara, komentar-komentar berupa saran yang membangun tentu bisa sangat bermanfaat untuk menaikkan level menulis kita. Cukup pasang mindset bahwa kita tak bisa menyenangkan semua pihak dengan tulisan kita karena memang bukan itulah tujuan kita menulis.
Namun, pada akhirnya, semua itu harus dimulai dan harus dicoba. Para penulis dan sastrawan ternama pun pernah memulai dari nol. Kita tak perlu malu untuk memulai sesuatu yang baik, apalgi jika itu soal berbagi ide atau pemikiran. Jadi, sudah siap berbagi gagasan?

sumber : selasar.com

No comments :

Post a Comment

7 Tips Menyambut Ramadhan

No comments


"Ramadhan sebentaar lagi..."

Ya, lagu itu sangat cocok untuk dinyanyikan saat ini hingga 17 hari ke depan. Pasalnya bulan Ramadhan tahun 1436 H akan menyapa kita (insyaAllah) pada tanggal 18 Juni mendatang.

مَنْ فَرِحَ بِدُخُوْلِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلَى النِّيْرَانِ

“Barangsiapa yang bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan niscaya Allah mengharamkan jasadnya dari neraka”

Allright, hadits di atas menyebutkan senang/gembira saja dengan datangnya bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan apresiasi yang luar biasa dengan mengharamkan jasadnya dari api neraka. 
Banyak cara untuk mengekspresikan kegembiraan dalam menyambut bulan mulia ini, bulan yang hari-harinya dilipatgandakan seluruh pahala, bulan yang iblis dirantai hingga penghujungnya. Mulai dari sekedar berekspresi di sosial media berharap bahwa semua orang tahu akan kegembiraannya, mengadakan semacam sedekah sebagai ungkapan pengharapan agar diberi kelancaran dalam beribadah, dan lain sebagainya.

Namun hal yang menurut saya sangat penting untuk dilakukan sebagai ekspresi kegembiraan menyambut Ramadhan adalah dengan menyadari bahwa ini adalah rahmat dari Allah SWT sehingga kita masih diberi kesempatan untuk dipertemukan kembali dengan bulan istimewa ini. Jangan sampai kesempatan ini dilewatkan begitu saja mengingat harus menunggu 11 bulan lagi untuk bertemu bulan ini kembali, adakah kita pernah berfikir bahwa Ramadhan kali ini adalah Ramadhan terakhir kita? Mari maksimalkan kesempatan yang diberikan ini untuk menghebatkan kembali kualitas iman dan ketakwaan.

Berikut ini saya uraikan beberapa tips untuk mengekspresikan kegembiraan menyambut Ramadhan:

1. Kaji Ilmu Mengenai Ramadhan

Tanpa iman, ilmu dan amal, kita hanyalah seonggok daging yang diberi nama. Kajilah ilmu-ilmu mengenai ibadah, fiqh dan aqidah untuk memperkaya keilmuan kita. 
Saat ini, semakin banyak kelompok-kelompok baru yang mengklaim ajarannya paling benar, sendang ajaran lain adalah salah. Kita, sebagai orang awam dalam agama hendaklah selalu berhati-hati dalam memperdalam kajian tentang agama. Namun hal ini jangan sampai membuat kita semakin malas untuk belajar, bayangkan, kita yang belajar saja masih sering bingung, apalagi kita tidak belajar sama sekali.
Yang terpenting adalah, "Jangan berhenti Belajar".

2. Perbanyak Puasa Sunnah

Sebelum bulan Ramadhan, kita melewati dua bulan mulia lainnya yaitu bulan Rajab dan juga bulan Sya'ban. Bulan-bulan tersebut sangat sering disebutkan oleh nabi dalam beberapa hadits beliau. 

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

السنة اثنا عشر شهراً، منها أربعةٌ حرمٌ: ثلاثٌ متوالياتٌ ذو القعدة، وذو الحجة والمحرم، ورجب مضر الذي بين جمادى وشعبان”.

“Setahun ada 12 bulan, di antaranya terdapat 4 bulan haram: tiga yang awal adalah Dzul Qa’dah, Dzul Hijjah, dan Muharam. Sedangkan Rajab yang penuh kemuliaan antara dua jumadil dan sya’ban.” (HR. Bukhari No. 3025)

Kita disunnahkan untuk berpuasa sunnah di beberapa hari bulan-bulan tersebut, tujuannya adalah selain untuk mengharap rahmat Allah SWT, hal ini juga akan melatih tubuh kita untuk terbiasa berpuasa di bulan Ramadhan nanti.


3. Giatkan Sholat Sunnah

Shalat Sunnah semacam pemberian dari seorang hamba secara cuma-cuma kepada yang sangat ia cintai. Salah satu keutamaan bulan Ramadhan adalah dilipatgandakan pahala ibadah sunnah menjadi pahala ibadah wajib. Kegiatan ini bertujuan agar memicu kebiasaan untuk mendirikan sholat sunnah.

4. Perbanyak Taubat Kepada Allah SWT

Salah satu laknat Allah SWT yang diturunkan pada manusia saat masih hidup adalah berat dalam beribadah kepadaNya. Sebelas bulan adalah waktu yang cukup lama untuk merasakan manisnya dunia, sekali saja kita bermaksiat sama artinya memberikan noda hitam setitik di hati kita. Sehingga untuk sekedar membaca Al-Qur'an saja sangat sulit (mengatur waktunya), bisa jadi bukan kita yang tidak punya waktu untuk membaca Al-Quran,tetapi Al-Quran yang tidak meridhoi kita membacanya.

Taubat bukan hanya soal fasih beristighfar, tetapi juga kuat untuk menahan hawa nafsu melakukan kembali dosa tersebut.

5. Pelajari Do'a & Dzikir yang Disunnahkan

Salah satu rahmat yang Allah SWT berikan kepada manusia melalui Nabi-Nya adalah diajarkan begitu banyak macam doa dan dzikir.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membiasakan diri melakukan do'a dan dzikir pada masa-masa Ramadhan.

6. Rencanakan Target Ramadhan

Kegiatan yang paling penting lainnya adalah dengan merencanakan target yang ingin dicapai di bulan Ramadhan nanti. Tanpa target, kita hanya akan mengalir sesuai dengan kemauan kita. Target akan membantu kita memaksimalkan energi yang dimiliki untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan yang ditargetkan.

7. Siapkan Fisik dan Harta 

Puasa adalah salah satu ibadah yang mengutamakan fisik, dianjurkan sebelum Ramadhan  untuk melakukan olahraga dan memperbanyak makanan bergizi.
Selain fisik, harta juga perlu disiapkan untuk memperbanyak sedekah di bulan Ramadhan.

Demikianlah beberapa persiapan yang dapat kita lakukan untuk menyambut bulan Ramadhan yang penuh dengan berkah. Semoga Ramadhan kali ini kita termasuk umat yang benar-benar merasakan kemenangan dan diberi kesempatan untuk bertemu kembali di bulan-bulan Ramadhan berikutya. Aamiin.


No comments :

Post a Comment

Panca Sila Juara MEA

No comments
Judul di atas merupakan judul yang saya ambil untuk presentasi saya di gelaran Pesta Wirausaha 2015 yang berlangsung Jumat lalu (3/4) di kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Saya sangat bersemangat hadir di Pesta Wirausaha tahun ini karena teman-teman Komunitas Tangan Di Atas (TDA) sebagai penyelenggara mengangkat tema: “Indonesia Juara MEA” yang merupakan concern saya selama lima tahun terakhir.

"...untuk berbagi di Pesta Wirausaha tahun ini secara khusus saya melakukan kajian untuk merumuskan strategi yang bisa diambil merek lokal (khususnya UKM) untuk bisa menjadi juara MEA"

Selama sekitar lima tahun terakhir saya banyak menulis kolom, menerbitkan buku (Beat the Giant, 2013), menggagas konferensi (Indonesia Brand Forum, pertama kali tahun 2013, dan berikutnya 20 Mei 2015 mendatang), juga menginisiasi gerakan dan komunitas (Komunitas Memberi) dengan misi tunggal, yaitu menciptakan kepedulian mengenai pentingnya merek lokal memiliki kemampuan sejajar dengan pemain-pemain global. Salah satu sektor yang menjadi bidikan saya adalah bisnis kecil dan menengah (UKM). Dalam konteks ASEAN, sebagai negara dengan ekonomi terbesar, seharusnyalah pelaku UKM kita menjadi juara di era MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN).
Nah, untuk berbagi di Pesta Wirausaha tahun ini secara khusus saya melakukan kajian untuk merumuskan strategi yang bisa diambil merek lokal (khususnya UKM) untuk bisa menjadi juara MEA. Strategi itu saya beri nama “Panca Sila Juara MEA”. Sesuai namanya, strategi ini mencakup lima pilihan. Mari kita urai satu-persatu.
Sila 1: Use local advantages to kick the competitions
Saya menyebut pemain UKM yang menjalankan strategi ini sebagai:Local Champion. Di sini UKM kita harus cerdas memanfaatkan keunikan lokal untuk memenangkan persaingan. Keunikan lokal tersebut bisa berbentuk pemahaman yang mendalam terhadap pasar dan konsumen lokal, penggunaan bahan-bahan lokal, pemanfaatan tradisi dan kearifan lokal, atau bisa juga hubungan (relationship) dengan partner dan stakeholders lokal.
Pemain seperti Dian Pelangi membangun keunggulan bersaing dengan membangun keunikan lokal melalui pemahaman mendalam terhadap pasar muslim di Indonesia. Restoran Ny. Suharti atau Mbok Berekmembangun keunikan lokal dengan menggunakan bahan dan resep masakan lokal. Dengan mengusung tagline “Kopi Asli Indonesia”, Anomali membangun keunikan lokal dengan memanfaatkan kekayaan kopi Indonesia yang dikenal terenak di dunia.
Sila 2: Create local innovation to make competition irrelevant
Saya menyebut pemain yang menjalankan strategi ini sebagai: Creative Master. Mereka adalah pemain-peman yang kreatif abis, memanfaatkan inovasi untuk bisa menghindari persaingan dan menciptakan pasar-pasar baru yang minim persaingan (blue ocean market). Umumnya pemain jenis ini tak memiliki keunikan lokal, karena itu ia terpaksa harus putar otak untuk menciptakan diferensiasi yang kokoh dan punya nilai jual di pasar global.
Radio Magno besutan Singgih Kartono adalah contoh ideal dari Creative Master. Radio Magno adalah radio kayu berkelas dunia yang sarat inovasi dan kreativitas. Disainnya yang apik dan finishing-nya yang ciamik menjadikan produk yang dibikin di desa Kandangan, Temanggung ini digandrungi konsumen Jepang, Eropa, dan Amerika. Tak hanya itu, Radio Magno dibikin dengan spirit kepedulian yang luar biasa (pemberdayaan masyarakat desa, solusi sosial, penanaman kembali terhadap pohon yang ditebang, dsb). Karena itu ia memiliki merek story kuat, yang menjadikannya berharga premium.
Sila 3: Boost Excellence to Beat the Giant
Saya menyebut pemain yang menjalankan strategi ini sebagai Quality Challenger. Kenapa? Karena mereka berupaya habis-habisan mendongkrak kualitas (quality excellence) untuk mengalahkan pesaing. Kalau Creative Master banyak mengandalkan inovasi dan kreativitas, maka Quality Challenger lebih mengandalkan keutamaan kualitas produk dan layanan yang didapat melalui perbaikan secara terus-menerus (continuous improvement).
Eiger adalah contoh rangkaian produk apparel yang mewakili Quality Challenger. Pengalaman panjang memproduksi produk-produk apparel mulai dari tas, sepatu, jaket, T-shirt, hingga jam tangan, menjadikannya mencapai kualitas prima tak hanya di tingkat lokal tapi juga global. Berbeda dengan Creative Master, pemain jenis ini umumnya mencapai kesuksesan dengan membangun merek dalam kurun waktu panjang. Selama bertahun-tahun (bahkan puluhan tahun) mereka menempa kualitas, sehingga tak tertandingi (stand-out) oleh pesaing manapun.
Sila 4: Build Bigness through Mass Partnership
Saya menyebut pemain yang menggunakan strategi ini sebagai Longtail Collaborator. Kata Longtail saya ambil dari Chris Andersen, yaitu pemain-pemain kecil yang bermain di pasar ceruk (niche). Kalau pemain-pemain kecil ini dihimpun menjadi satu kesatuan, maka mereka akan memiliki kekuatan yang luar biasa. Pemain UKM akan mampu menjadi besar dan mencapai skala ekonomi jika mereka bisa saling berkolaborasi dan menghimpun kekuatan bersama. Prinsipnya, sesama UKM haruslah bersatu-padu membangun kemitraan untuk bisa menjadi besar.
Pusat Grosir Batik Trusmi di Cirebeon yang dirintis oleh suami-istriIbnu Riyanto dan Sally Giovanny membangun bigness dengan cara memberdayakan para pembatik lokal di desa Trusmi. Mereka menciptakan kemitraan dengan sekitar 400 pembatik lokal (dengan menyediakan bahan, memberikan bimbingan disain dan kualitas, hingga membelinya) untuk menghasilkan batik berkualitas global. Melalui kemitraan dan penghimpunan kekuatan tersebut Batik Trusmi memiliki “otot” untuk bersaing dengan pemain-pemain besar.
Sila 5: Achieve Global Best Practices to Win Foreign Market
Saya menyebut pemain yang menggunakan strategi ini sebagai: Global Chaser. Pemain jenis ini istimewa, karena fokus strategi mereka adalah masuk ke pasar luar negeri khususnya ASEAN. Untuk bisa masuk ke pasar luar negeri, maka mereka harus berupaya membangun kemampuan global. Itu artinya mereka harus unggul dalam hal modal, teknologi, manajemen, dan SDM yang berstandar dunia. Atau dengan kata lain, mereka harus masuk dalam jajaran pemain terbaik dunia (global best practices). Ini adalah strategi yang paling sulit.
Niluh Djelantik adalah merek sepatu high-heels premium asal Bali yang sukses menjadi Global Chaser. Sepatu Niluh Djelantik melanglang-buana di lebih dari 20 negara di Eropa dan Amerika. Sepatu kebanggaan Indonesia ini bahkan menjadi idaman para selebritas top dunia seperti Julia Robert dan Uma Thurman.
Bagaimana Niluh Djelantik mencapai global best practices? Pertama, kualitas tanpa kompromi. Kedua, craftmanship melalui sentuhan tangan-tangan terampil khas Bali. Ketiga, eksklusivitas karya yang menjadikannya unik dan high-end.
Yuk UKM Indonesia tetapkan niatmu. Pilihlah opsi Panca Sila yang pas. Fokuslah di situ. Janganlah puas menjadi pemain kambing. Berjuanglah habis-habisan untuk menjadi juara MEA. Indonesia harus menjadi juara MEA!!!
sumber : yuswohady (selasar.com)

No comments :

Post a Comment

Codeigniter – 500 Internal Server Error

No comments
Assalamu'alaikum, apa kabar semuanya.
Kali ini saya akan berbagi mengenai cara mengatasi error pada saat menjalankan Codeigniter seperti gambar berikut.




Hal ini disebabkan oleh module rewrite pada apache belum aktif, untuk itu buka file httpd.conf di apache dengan cara berikut. 


Jika sudah, cari kalimat ini   #LoadModule rewrite_module modules/mod_rewrite.so
kemudian hapus tanda tagar (#) pada kalimat tersebut dan simpan. 

Jika sudah, restart apache kamu dengan cara



Cobalah kembali aplikasi CI kamu, dan insyaAllah berhasil. :)

No comments :

Post a Comment

Publish Flash dan Database MySQL

No comments
Assalamu'alaikum, apa kabar semuanya...? Kali ini saya akan berbagi mengenai pengaturan yang perlu dilakukan untuk publish projek flash (*.fla) yang terintegrasi dengan database MySQL menjadi projek *.swf.

Secara default, ketika saya menjalankan projek *.swf yang berdatabase, flash player akan menampilkan pesan kesalahan seperti di bawah ini :


Hal ini disebabkan oleh Flash Player yang harus mengakses file tambahan (dalam hal ini file *.php) untuk dapat berkoneksi dengan database.
Maka saya harus menerapkan trust location kepada flash player supaya file tambahan tersebut dapat diakses. Berikut ini langkah-langkahnya :
1. Pilih Control Panel - Flash Player
2. Pilih Advanced - Trusted Locayion Settings..



3. Lakukan langkah berikut secara berurutan, pilih Add - Add Folder - Pilih folder localhost anda (wamp/xampp) - Confirm


4. Selesai dan silahkan lihat projek *.swf berjalan normal. Semoga bermanfaat.


No comments :

Post a Comment

Susunan (Tata Cara) Pernikahan Adat Jawa

No comments
Pernikahan merupakan salah satu peristiwa penting dalam sejarah kehidupan manusia, hal ini terlihat dari berbagai macam cara mereka untuk merayakannya, baik secara adat istiadat maupun secara modern. Masyarakat Jawa memiliki adat istiadat tersendiri dalam melakukan upacara pernikahan mulai dari perkenalan hingga terjadinya proses akad nikah, dan kali ini saya akan berbagi mengenai tahapan-tahapan tersebut..
Masing-masing tahapan tersebut memiliki symbol dan makna yang berbeda, hal ini bertujuan sebagai pesan tersirat untuk kedua mempelai pengantin khususnya. Berikut ini tahapan-tahapan yang dimaksud :
1.    Nontoni
Tahapan pertama ini membutuhkan seorang perantara yang merupakan utusan dari keluarga calon pengantin pria untuk menemui keluarga calon pengantin wanita. Pertemuan ini dimaksudkan untuk nontoni atau melihat calon dari dekat. Biasanya utusan dating bersama dengan keluarga besar calon pengantin pria untuk dapat mempertemukan secara langsung kedua calon mempelai. Tujuan utama dari tahapan ini adalah untuk menyambung tali silaturrahim antar kedua keluarga calon pengantin.
2.    Nakokake/Nembung/Nglamar
Sebelum melangkah ke tahapan selanjutnya, perantara akan menanyakan beberapa hal terkait dengan calon pengantin wanita. Salah satunya adalah sudah adakah seseorang yang meminang calon pengantin wanita. Bila belum ada maka perantara memberitahukan bahwa keluarga calon pengantin pria berkeinginan untuk meminang atau melamar calon pengantin wanita.
Apabila calon pengantin bersedia, maka dilakukan tahapan selanjutnya yaitu menentukan hari kedatangan keluarga calon pengantin pria selanjutnya untuk melakukan proses lamaran.
Lamaran merupakan tahapan dimana calon pengantin pria memberi isyarat secara resmi tentang keseriusan niatnya untuk menikahi calon pengantin wanita. Prosesi ini biasanya diwarnai dengan tukar cincin sebagai hadiah dari calon pengantin pria kepada calon pengantin wanita serta simbol  ikatan hubungan keseriusan antara kedua calon pengantin.
Setelah proses ini berlangsung dengan lancar, tahapan berikutnya adalah menentukan hari pertemuan antara kedua keluarga calon pengantin untuk membicarakan lebih lanjut mengenai detail persiapan prosesi akad nikah, mulai dari tanggal akad nikah, adat istiadat hingga acara resepsi pernikahan.

Prosesi Acara Lamaran (Tunangan)
3.    Pasang Tarub
Bila tanggal dan hari pernikahan sudah disetujui, maka dilakukan langkah selanjutnya yaitu pemasangan tarub menjelang hari pernikahan. Tarub dibuat dari daun kelapa yang sebelumnya telah dianyam dan diberi kerangka dari bambu, dan ijuk atau welat sebagai talinya. Agar pemasangan tarub ini selamat, dilakukan upacara sederhana berupa penyajian nasi tumpeng lengkap. Bersamaan dengan pemasangan tarub, dipasang juga tuwuhan. Yang dimaksud dengan tuwuhan adalah sepasang pohon pisang raja yang sedang berbuah, yang dipasang di kanan kiri pintu masuk.
Pohon pisang melambangkan keagungan dan mengandung makna berupa harapan agar keluarga baru ini nantinya cukup harta dan keturunan. Biasanya di kanan kiri pintu masuk juga diberi daun kelor yang bermaksud untuk mengusir segala pengaruh jahat yang akan memasuki tempat upacara, begitu pula janur yang merupakan simbol keagungan.
4.    Midodareni
Rangkaian upacara midodareni diawali dengan upacara siraman. Upacara siraman dilakukan sebelum acara midodareni. Tempat untuk siraman dibuat sedemikian rupa sehingga nampak seperti sendang yang dikelilingi oleh tanaman beraneka warna. Pelaku siraman adalah orang yang dituakan yang berjumlah tujuh diawali dari orangtua yang kemudian dilanjutkan oleh sesepuh lainnya. Setelah siraman, calon pengantin membasuh wajah (istilah Jawa: raup) dengan air kendi yang dibawa oleh ibunya, kemudian kendi langsung dibanting/dipecah sambil mengucapkan  kata-kata: “cahayanya sekarang sudah pecah seperti bulan purnama”. Setelah itu, calon penganten langsung dibopong oleh ayahnya ke tempat ganti pakaian.
Setelah berganti busana, dilanjutkan dengan acara potong rambut yang dilakukan oleh orangtua pengantin wanita. Setelah dipotong, rambut dikubur di depan rumah. Setelah rambut dikubur, dilanjutkan dengan acara “dodol dawet”. Yang berjualan dawet adalah ibu dari calon pengantin wanita dengan dipayungi oleh suaminya. Uang untuk membeli dawet terbuat dari kreweng (pecahan genting) yang dibentuk bulat. Upacara dodol dhawet dan cara membeli dengan kreweng ini mempunyai makna berupa harapan agar kelak kalau sudah hidup bersama dapat memperoleh rejeki yang berlimpah-limpah seperti cendol dalam dawet dan tanpa kesukaran seperti dilambangkan dengan kreweng yang ada di sekitar kita.
Menginjak rangkaian upacara selanjutnya yaitu upacara midodareni. Berasal dari kata widadari, yang artinya bidadari. Midadareni merupakan upacara yang mengandung harapan untuk membuat suasana calon penganten seperti widadari. Artinya, kedua calon penganten diharapkan seperti widadari-widadara, di belakang hari bisa lestari, dan hidup rukun dan sejahtera.
5.    Akad Nikah
Akad nikah adalah inti dari acara perkawinan. Biasanya akad nikah dilakukan sebelum acara resepsi. Akad nikah disaksikan oleh sesepuh/orang tua dari kedua calon penganten dan orang yang dituakan. Pelaksanaan akad nikah dilakukan oleh petugas dari catatan sipil atau petugas agama.


Prosesi Akad Nikah



6.    Panggih
Upacara panggih dimulai dengan pertukaran kembar mayang, kalpataru dewadaru yang merupakan sarana dari rangkaian panggih. Sesudah itu dilanjutkan dengan balangan suruh, ngidak endhog, dan mijiki.


Pengantin Putra Beserta Keluarga


Pengantin Putri Beserta Keluarga

Biasanya upacara ini diiringi dengan lantunan sholawat nabi untuk menjadikan acara semakin khidmat.

7.    Balangan Suruh
Upacara balangan suruh (daun sirih) dilakukan oleh kedua pengantin secara bergantian. Gantal yang dibawa untuk dilemparkan ke pengantin putra oleh pengantin putri disebut gondhang kasih, sedang gantal yang dipegang pengantin laki-laki disebut gondhang tutur.


Gantal (daun sirih yang dilinting/digulung)
Makna dari balangan suruh adalah berupa harapan semoga segala goda akan hilang dan menjauh akibat dari dilemparkannya gantal tersebut. Gantal dibuat dari daun sirih yang ditekuk membentuk bulatan (istilah Jawa: dilinting) yang kemudian diikat dengan benang putih/lawe. Daun sirih merupakan perlambang bahwa kedua penganten diharapkan bersatu dalam cipta, karsa, dan karya.
8.    Ngidak Endhok
Upacara ngidak endhog diawali oleh juru paes, yaitu orang yang bertugas untuk merias pengantin dan mengenakan pakaian pengantin, dengan mengambil telur dari dalam bokor, kemudian diusapkan di dahi pengantin pria yang kemudian pengantin pria diminta untuk menginjak telur tersebut. Bermakna bahwa pamor dan keperawanan sang putri akan segera hilang setelah direngkuh oleh mempelai laki-laki. Setelah bersatu diharapkan segera mendapat momongan seperti telur yang telah pecah.


Prosesi Ngidak Endhok

9.    Wiji Dadi
Upacara ini dilakukan setelah acara ngidak endhok. Setelah acara ngidak endhog, pengantin wanita segera membasuh kaki pengantin pria menggunakan air yang telah diberi bunga setaman. Mencuci kaki ini melambangkan suatu harapan bahwa “benih” yang akan diturunkan jauh dari mara bahaya dan menjadi keturunan yang baik.


Prosesi Wiji Dadi

10. Timbangan
Tahapan selajutnya adalah timbangan yang diduhului dengan acara Gendhongan. Prosesi ini dilakukan dengan cara mengalungkan kain panjang ke kedua mempelai dan (seakan) ditarik oleh ayah pengantin putri serta (seakan) didorong oleh ibu dari pengantin putri.


Prosesi Gendhongan

Upacara timbangan biasanya dilakukan sebelum kedua pengantin  duduk di pelaminan. Upacara timbangan ini dilakukan dengan jalan sebagai berikut:
Ayah pengantin putri duduk di antara kedua pengantin. Pengantin laki-laki duduk di atas kaki kanan ayah pengantin wanita, sedangkan pengantin wanita duduk di kaki sebelah kiri. Kedua tangan ayah dirangkulkan di pundak kedua pengantin. Lalu ayah mengatakan bahwa keduanya seimbang, sama berat dalam arti konotatif. Makna upacara timbangan adalah berupa harapan bahwa antara kedua pengantin dapat selalu saling seimbang dalam rasa, cipta, dan karsa serta mempunyai hak dan kewajiban yang sama dan tidak ada bedanya di hadapan orang tua maupun mertua.


Prosesi Timbangan

11. Kacar-Kucur
Caranya pengantin pria menuangkan raja kaya dari kantong kain, sedangkan pengantin wanitanya menerimanya dengan kain sindur yang diletakkan di pangkuannya. Kantong kain berisi dhuwit recehan, beras kuning, kacang kawak, dhele kawak, kara, dan bunga telon (mawar, melati, kenanga atau kanthil).


Prosesi Kacar-Kucur

Makna dari kacar kucur adalah menandakan bahwa pengantin pria akan bertanggungjawab mencari nafkah untuk keluarganya. Raja kaya yang dituangkan tersebut tidak boleh ada yang jatuh sedikitpun, maknanya agar pengantin wanita diharapkan mempunyai sifat gemi, nastiti, surtini, dan hati-hati dalam mengatur rejeki yang telah diberikan oleh suaminya. Makna lainnya adalah mempelai laki-laki berhak memberikan nafkah lahir batin kepada mempelai putri dan sebaliknya pengantin putri dapat mengatur keuangan dan menjaga keseimbangan rumah tangga.


Prosesi Kacar-Kucur

12. Dulangan
Dulangan merupakan suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin saling menyuapkan makanan dan minuman. Makna dulangan adalah keserasian dan keharmonisan yang akan diharapkan setelah berumah tangga, dapat saling memberi dan menerima.


Prosesi Dulangan

Prosesi dulangan akan diiringi dengan rebutan ingkung yang dilakukan dengan saling menarik bagian tubuh ayam ingkung, pengantin putra memegang sisi kiri dan pengantin putri memegang sisi kanan untuk kemudian saling menarik bagian masing-masing.


Prosesi Dulangan


13. Sungkeman
Sungkeman adalah suatu upacara yang dilakukan dengan cara kedua pengantin duduk jengkeng dengan memegang dan mencium lutut kedua orangtua, baik orangtua pengantin putra maupun orangtua pengantin putri. Makna upacara sungkeman adalah suatu simbol perwujudan rasa hormat anak kepada kedua orangtua




Prosesi Sungkeman



14. Boyongan/Ngunduh Manten
Disebut dengan boyongan karena pengantin putri dan pengantin putra diantar oleh keluarga pihak pengantin putri ke keluarga pihak pengantin putra secara bersama-sama.
Ngunduh manten diadakan di rumah pengantin laki-laki. Biasanya acaranya tidak selengkap pada acara yang diadakan di tempat pengantin wanita meskipun bisa juga dilakukan lengkap seperti acara panggih biasanya. Hal ini tergantung dari keinginan dari pihak keluarga pengantin laki-laki. Biasanya, ngundhuh manten diselenggarakan sepasar setelah acara perkawinan.


Prosesi Dulangan


Prosesi Dulangan


Prosesi Gendhongan


Prosesi Sungkeman


Prosesi Sungkeman

Demikianlah tahapan-tahapan dalam prosesi acara pernikahan adat masyarakat Jawa. Semoga bermanfaat.


(24.01.2015 | Lailyn Puad & Rike Limia Budiarti)

No comments :

Post a Comment